Cara Mendapat Ketenangan Batin dengan Pelatihan M.Ph | Testimoni Pelatihan Bioenergi

Selepas mengikuti pelatihan S.Ph pada bulan April 2003 tepatnya tanggal 29 Aprill 2003, sangat terasa sekali perubahan pemahaman tentang hubungan manusia terhadap Tuhannya sebagai hamba yang sangat lemah dan hina. Sejak saat itu perubahan rohani saya rasakan lebih meningkat yang ditandai dengan ketekunan shalat lima waktu dan saya lebih sabar dalam menghadapi segala masalah serta perubahan yang mendasar cara pandang mengenai dunia materi, yaitu bahwa keberhasilan dunia materi (bukan hanya soal harta benda saja dalam hal ini termasuk hal-hal yang berkaitan dengan keduniawian) bukanlah suatu tujuan tetapi hanya merupakan sarana ibadah dan amanah yang harus dijalani setiap insan. 
Saat cerita ini ditulis tepat 55 tahun silam lahirlah seorang anak desa di lingkungan keluarga yang tidak agamis tetapi lebih kental dengan norma Islam kejawen walaupun saya berada pada lingkungan masyarakat yang kental dengan norma Islam. Setelah tumbuh dewasa alhamdulilah saya banyak bergaul dengan masyarakat Islam dan sayapun menjalankan ibadah secara muslim namun tidak lebih hanya penganut Islam alakadarnya saja (istilah jawanya rubuh-rubuh gedang) tanpa ilmu ke-Islaman yang memadai, sehingga tidak memiliki makna dalam kehidupan dunia yang fana ini. Terlebih saat itu oleh orang tua banyak dikenalkan pada dunia dukun (wong tuwo), sehingga keyakinan tentang kuasa Allah SWT sangat tipis, dan dalam perjalanan hingga dewasa dari alam desa yang lugu hijrah ke kota (Semarang) yang semakin kental dengan dunia mated dan semakin menyimpang dengan kaidah-kaidah agama, karena segala sesuatu ditukar dengan materi. Bagi saya, cara mendapat ketenangan batin memang susah didapat pada saat itu karena hanya materi yang diagungkan.  
Kehidupan di kota penuh dengan persaingan yang membuat orang sering menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, baik dalam pekerjaannya maupun kemasyarakatan. Alhamdullilah sampai pada sisi ini kami sedikit masih terbentengi oleh norma-norma kejawen yang ditanamkan orang tua yaitu setiti ngati ati, jujur, aja dumeh, sing biso rumongso ojo rumongso biso dan ngajeni siapapun orang. Keadaan begini terus berjalan hingga saya berkeluarga dan secara materi saya boleh dikatakan mendapat karunia dari Allah yang jauh lebih dari cukup dibandingkan dengan adik dan kakak saya, karena dalam pekerjaan PNS kami mendapat kepercayaan dari pimpinan untuk mengelola proyek pembangunan sekolah sejak tahun 1983 sampai 1996, sehingga kami dapat menyelesaikan pendidikan sampai tingkat S2.
Keberhasilan dunia materi tersebut ternyata tidak serta-merta menjamin ketenangan hidup bahkan dari sisi spiritual saya justru semakin kering dan miskin. Demikian pula dari sisi kesehatan jasmani dan rohani sangat lemah bahkan sering dilanda sakit fisik, mental, dan rohani sehingga tiap bulan secara pasti menjadi pelanggan dokter dan rumah sakit, namun tidak segera sadar bahwa saya telah menjauh dari haribaan Allah SWT. Pada kondisi demikian parah dari sisi rohani ini tepatnya pada tahun 1999 Allah SWT ternyata masih menunjukkan kasih saying-­Nya walaupun saya telah jauh meninggalkan 01.00, ternyata di sini sekali lagi Allah menunjukkan kuasanya yang luar biasa dengan memberikan kemudahan dan kelancaran proses tranfusi darah pada anak saya yang menurut dokter yang menanganinya harapannya tinggal 10%, pada kenyataannya Allah menetapkan kesembuhan bagi anak saya.
Di sinilah saya mengalami transformasi batin yang luar biasa, saya sadar akan kekeliruan yang sudah sangat jauh. Sejak saat itu dimulai mengikuti pengajian di komplek perumahan di mana saya tinggal dan mulai banyak membaca buku agama, buku tarekat, buku tassawuf, dan mulai belajar membaca al-Quran dengan imam masjid komplek, Namun dari segi keilmuan spiritual semakin bingung dan tidak faham karena tanpa guru khusus, namun walaupun sedikit telah membawa dampak pada ketenangan jiwa karena saya sudah mulai menggantungkan diri kepada Allah SWT. Ya, disinilah saya menemukan cara mendapat ketenangan batin yang saya butuhkan selama ini. 
Bertolak dari modal ilmu spiritual mulai membaca dan mendengarkan siaran di telivisi yang serba terbatas saya mencoba mencari sumber-sumber ilmu spiritual melalui artikel dan iklan di majalah Posmo, karena akan ke pesantren tidak mungkin (faktor waktu). Akhirnya suatu ketika tahun 2002 saya belajar pada perguruan ilmu hikmah di situ saya dikenalkan dengan yang disebut energi manusia dan alam , namun saya tidak mampu mendalami dengan baik karena harus banyak menghafal doa dari al-Quran di mana untuk membacanya saya masih sangat susah apalagi menghafal. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah saya untuk terus belajar tentang rahasia di balik kehidupan manusia melalui berbagai ilmu.
Kemudian pada suatu ketika saya membaca iklan Bioenergi dan sempat berfikir jangan-jangan seperti ilmu hikmah yang pernah saya pelajari, karena di situ ada kata kata penarik yang sama "orang tak berbakat-pun bisa", namun hasrat ingin tahu saya sangat kuat dan kebetulan di semarang ada kantor cabangnya yaitu di jalan Singosari Raya NO 11 A. Kemudian datanglah saya ke alamat tersebut pada bulan February 2003 dan berkenalan dengan Pak Agus dan Pak Nurcholis sebagai pengasuh dan pengelola pelatihan tersebut.
Pada tahap awal melalui diskusi dengan Pak Agus dan perlu saya sampaikan bahwa untuk mendapatkan keyakinan tentang bioenergi berbeda dengan keilmuan yang pernah saya pelajari kurang lebih 1 bulan dan akhirnya saya memutuskan mengikuti pelatihan tingkat penghusada (S.Ph) pada tanggal 29 April 2003.
Selepas mengikuti pelatihan S.Ph ini sangat terasa sekali perubahan pemahaman tentang hubungan manusia terhadap Tuhannya sebagai hamba yang sangat lemah dan hina, sejak saat itu perubahan rohani, saya rasakan lebih meningkat yang ditandai dengan ketekunan shalat 5 waktu dan saya lebih sadar dalam menghadapi segala masalah serta perubahan yang mendasar tentang cara pandang mengenai dunia materi yaitu bahwa keberhasilan dunia materi (bukan hanya soal harta benda saja dalam hal ini termasuk hal-hal yang berkaitan dengan keduniawian) bukanlah suatu tujuan tetapi hanyalah merupakan sarana ibadah dan amanah yang harus dijalani setiap insan yang bertaqwa sehingga dapat menjadi insan kamil.
Dalam hal ini juga tidak kalah pentingnya secara fisik kesehatan sayapun meningkat yang luar biasa hampir selama satu tahun sesudah mengikuti pelatihan S.Ph 90% saya sudah terlepas dari urusan dokter dan rumah sakit, serta pengaruh spiritual terhadap keluarga sedikit banyak berubah, anak istri sudah lebih sabar dan mau mulai belajar agama, namun dalam hal mendalami agama melalui al-Quran istri saya masih sangat skeptis katanya bahasa orang arab dipelajari untuk apa? Dan kalau saya membaca al-Quran agak keras sedikit saja juga tidak suka, disinilah kesabaran saya diuji.
Sebagai seorang yang sedang mabuk dengan dunia spiritual, saya sangat berkeinginan menunaikan ibadah haji padahal kondisi spiritual anak istri masih sangat rapuh dan tidak merespon keinginan saya tersebut . Dalam kondisi yang demikian saya mendapat tawaran dari Bioenergi untuk ikut pembelian investasi pembelian saham usaha tersebut. Di sinilah saya dihadapkan pada dua pilihan pada satu sisi bersifat materi dan sisi yang lain ingin memperbaiki rohani dan spiritual keluarga. Akhirnya saya mengambil program M.Ph pada tanggal 27-28 Maret 2004, dengan harapan rohani dan spiritual saya pribadi dapat meningkat lebih tinggi lagi sehingga dapat mempengaruhi rohani anak dan istri serta cita cita ingin naik haji dapat didukung keluarga. Ternyata setelah selesai pelatihan tingkat master kami merasakan sedang diuji kesabaran kami dari Allah yaitu selang 3 minggu setelahnya kami dipanggil pimpinan dan diberi tugas yang tidak boleh dibantah, dimana tugas itu sudah 6 tahun selalu saya hindari yaitu agar saya memimpin suatu proyek yang cukup besar resikonya yaitu lomba kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tingkat nasional yang mana mengelola kegiatan orang sekitar 4000 tamu dari seluruh Indonesia dan penyaluran dana subsidi ke berbagai pondok pesantren namun di sisi lain berbarengan dengan itu alhamdulilah istri saya tanpa komando ternyata diam-diam belajar membaca al-Quran dengan tekun setiap hari selepas magrib di tetangga (terima kasih ya Allah atas hidayah-Mu yang diberikan kepadanya). Dengan peristiwa itu kemudian saya teringat pesan Pak Syaiful bahwa setelah pelatihan master ini dalam 3-4 bulan pertama Anda akan mendapat ujian dari Allah di mana masing-masing orang tidak sama. Kemudian semua tugas yang dibebankan kepada saya tersebut alhamdulilah dapat saya lalui dengan baik tanpa suatu hambatan yang menyulitkan.
Pertengahan bulan februari tahun 2005 Allah menunjukkan kasih sayang kepada hambanya yaitu saya diberi anugerah sakit stroke , dan syukur cara pandang saya dengan ilmu bioenergi ini ternyata atas hidayah-Nya saya mampu menerima keadaan sakit ini sebagai ujian kesabaran saya dari Allah dengan selalu mohon ampunan dengan niat dan usaha pengobatan medis dengan didasari metode Bioenergi serta penuh dengan kepasrahan, maka Allah akan memberikan kesembuhan. Syukur alhamdulilah stroke yang saya derita dalam 2 bulan dapat sembuh seperti sedia kala.

KESIMPULAN
Dari berbagai peristiwa dalam uraian diatas serta pemahaman ilmu bioenergi secara praktek dapat saya simpulkan bahwa:
1.    Bioenergi bersifat universal sehingga dapat dipelajari oleh siapa saja.
2. cara mendapat ketenangan batin akan mudah didapat sehingga sehingga kualitas medan energi-pun dapat mempengaruhi orang disekelilingnya.
3.    Ilmu Bioenergi memberikan metode penyelesaian masalah dengan:
a.    Meyakini kuasa Allah.
b.    Niat yang didasarkan keyakinan di atas.
c.    Melakukan usaha sesuai keyakinan.
d.    Pasrah.
4.    Ilmu Bioenergi dengan berbagai peristiwa yang saya alami memberikan pemahaman :
a.    Sabar akan ujian Allah.
b.    Sabar akan perintah Allah misalnya shalat, zakat, puasa.
c.    Tingkatan tertinggi, apakah kita sabar untuk dapat menghindari hal hal maksiatapa tidak?.
5.    Ilmu Bioenergi mampu memberikan pertolongan kepada orang lain.

Demikianlah sekelumit pengalaman pemanfaatan Bioenergi sebagai solusi menyelesaikan berbagai masalah hidup yang dapat saya uraikan. Semoga bermanfaat. Terimakasih Bapak Syaiful M Maghsri. Wassalam wr.wb. (Prawoto Arisman: Ketikung Asri III/5 Semarang 50272/ peserta M.Ph 27 Maret 2004)




SOLUSI UNTUK ANDA :

Apakah Anda juga ingin cepat KAYA, SUKSES, LANCAR KARIER & REZEKI seperti pengalaman Bapak Prawoto diatas? Pesan Kapsul Bioenergi & Daftar Pelatihan Bioenergi Sekarang juga. 
Untuk KONSULTASI GRATIS, DAFTAR PELATIHAN atau PEMESANAN KAPSUL BIOENERGI silahkan hubungi :  
081 827 8880 (Bpk. Agus) atau 0853 2727 1999 (Ibu Eny)   

Jangan Tunda lagi, Langkah Anda hari ini adalah Masa Depan Keluarga Anda di masa depan. 




Share this:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI

 
Copyright © Testimoni Bioenergi dari Alumni Bioenergi Center | Keajaiban Bioenergi . Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates